Ada Apa di Jakarta?

Daya Tarik Jakarta (2)

Menarik membaca tulisan di Kompas yang berjudul
Biar Bopeng dan Kejam, Jakarta Tetap Magnet

Yah… Jakarta dengan segudang pesonanya berhasil menarik perhatian penduduk nusantara sehingga tidak sedikit yang datang untuk mengadu nasib di ibukota tercinta. Peran media seperti televisi, koran dan internet yang sering menampilkan gemerlapnya kehidupan di Jakarta ikut mendorong laju pertumbuhan urbanisasi.

Cerita sukses para perantau menjadi salah satu faktor penyebab. Perantau di Jakarta yang berniat untuk pulang kampung adalah mayoritas yang sudah sukses sementara yang belum sukses merasa segan dan malu pulang. Kenyataan tersebut membuat penduduk yang tinggal di pedesaan memiliki anggapan bahwa Jakarta adalah tempat yang cocok untuk mendapatkan penghidupan lebih baik. Makanya tidak jarang setelah selesai Lebaran jumlah penduduk Jakarta bertambah karena para perantau membawa sanak-saudaranya turut serta.

Berbicara mengenai jumlah penduduk Jakarta ternyata ada penurunan jumlah dari tahun 2005 dibanding tahun 2006. Data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil pemerintahan DKI Jakarta menunjukkan bahwa tahun 2005 penduduk Jakarta sebanyak 8.540.306 jiwa sementara pada tahun 2006 menurun menjadi 7.512.323. Faktor yang mungkin menjadi penyebabnya adalah:

  • Pesatnya pertumbuhan daerah penyangga kota Jakarta (Bodetabek) menyebabkan para pekerja di Jakarta memilih untuk tinggal di daerah tersebut.
  • Adanya larangan Pemda DKI bagi pendatang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap untuk tinggal di Jakarta.

Selain kedua faktor tersebut, kerasnya kehidupan di Jakarta diduga menjadi penyebab sebagian dari pendatang memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya. Monas

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta

http://www.jakartatradein.com/html_view.aspx?i=1

https://www.kompas.com/kompas-cetak/0506/18/Fokus/1823142.htm

http://www.kependudukancapil.go.id/index.php?stats:open&o=1

About these ads

Comments on: "Daya Tarik Jakarta (2)" (6)

  1. interesting fact! mudah2an taun depan penduduknya berkurang lagi, hehe

  2. disalah satu talkshow di tv dengan pembicara Pak Sutiyoso dan Wimar Witoelar dan dimoderatori oleh seorang moderator (gak tau gue :P), terlontar bahwa masalah utama yang paling bikin bingun Pak Sutiyoso adalah masalah pendatang. Kemudian sang moderator menanyakan cara mengatasi masalah pendatang ini kepada Pak Wimar, Pak Wimar dengan santainya menjawab… “Wah Saya gak tau, bukannya Pak Sutiyoso juga pendatang?”

    sumber: GMHR di HRFM

  3. @bow
    moderatornya effendi ghazali (kalau nggak salah)
    bicara soal pendatang, abis lebaran ini kayaknya bakal nambah lagi deh :D

  4. gw juga nonton waktu itu di jak-tv, acaranya malam tapi hari dan jamnya lupa.

    untuk mengurangi kepadatan penduduk jakarta salah satu caranya yang cukup efektif ya seperti yang sudah gw tulis di atas: meningkatkan fasilitas umum, sarana dan prasarana yang tujuannya untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian di daerah penyangga. kalau bisa pembangunan jangan hanya di daerah penyangga saja tapi harus merata di seluruh negeri, dengan begitu orang medan tidak perlu jauh-jauh mengadu nasib ke jakarta :P

  5. kayanya jakarta emang penuh banget. apalagi sekarang ini semakin keliatan banyak banget kendaraan bermotor yang lalu lalang. begitu juga dengan mobil2nya. jakarta semakin penuh. semoga aja kepadatannya bisa berkurang yah =)

  6. Iya nie.. Jakarta tambah rame aja…. Padahal di desa kan jg enak…. Jangan pada pindah ke Jakarta donk masyarakat Indonesia…. Ha3.. Yawda d, komentar gw ini aja. Tha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: