Jakarta hari ini ulang tahun yang ke 480. Udah tua ya dan perkembangannya juga sangat pesat kalo dibanding Jakarta 50 tahun yang lalu. Namun diluar itu semua problematika yang menghambat kota ini juga makin banyak, mulai dari Banjir hingga masyarakatnya yang mulai kehilangan sopan santun.

Diluar itu semua ada hal yang cukup baik akan terjadi di Jakarta tanggal 8 Agustus 2007 ini, yaitu Pemilihan Gubernur secara langsung oleh warga Jakarta. Untuk pertama kali mekanisme pemilihan akan melibatkan masyarakat secara langsung untuk memilih gubernur mereka. Calonnya ada Adang Darajatun dan Fauzi Bowo. Satu dari Polisa dan yang satu lagi dari Sipil. Hingga saat ini masih banyak warga jakarta yang tidak mau tahu untuk urusan Pilkada ini tapi sebaiknya itu dihindari karena kelanjutan ataupun perkembangan kota ini dipengaruhi oleh pemimpin yang terpilih baik itu melalui suara anda atau bukan. Hilangkan sikap apatis atau acuh tak acuh warga Jakarta dengan mulai memikirkan keadaan Jakarta melalui Pilkada. Jadi pilih salah satu karena nasib kota tercinta ini berada ditangan anda.

Selamat Ulang Tahun Jakarta ….. Semoga semakin baik dikemudian hari

Welcome Back Flood ...... Nice To See You Again :)OpportunityJumat kemarin tanggal 2 February kota kita tercinta harus kedatangan tamu yang tidak diundang. Tidak hanya Jakarta yang merasakan akibatnya tetapi juga daerah sekitar Jakarta atau yang lebih dikenal dengan nama JABODETABEK. Kurang lebih 200.000 orang mengungsi akibat kejadian ini dan juga ada jiwa yang harus melayang karena terkena setrum listrik (sumber dari wartakota)

Banjir kali ini siap menghantam hampir semua lapisan masyarakat, tidak terkecuali para menteri yang komplek perumahannya tergenanngi air hingga menyerupai danau (gambar kiri).

Warga Jakarta yang cerdik memanfaatkan perluang ini untuk mendapatkan tambahan udang dengan menawarkan jasa penyeberangan bagi mereka yang merasa perlu menyeberangi seperti yang dilakukan oleh sekelompok orang ini di depan kantor pos Mampang Jakarta Selatan

Selamat Idul Fitri 1427H

November 5, 2006

Selamat Idul Fitri 142H Kami ucapkan kepada seluruh pembaca setia JKG, mohon maaf lahir dan batin.

Kami menghaturkan maaf yang sebesar-besarnya untuk tulisan yang jelek, foto yang burem, informasi yang ngaco, opini yang menyinggung, dan lain-lain yang membuat Anda semua kurang nyaman dalam berkunjung ke beranda Kami yang kumuh ini.

Daya Tarik Jakarta (2)

Oktober 19, 2006

Menarik membaca tulisan di Kompas yang berjudul
Biar Bopeng dan Kejam, Jakarta Tetap Magnet

Yah… Jakarta dengan segudang pesonanya berhasil menarik perhatian penduduk nusantara sehingga tidak sedikit yang datang untuk mengadu nasib di ibukota tercinta. Peran media seperti televisi, koran dan internet yang sering menampilkan gemerlapnya kehidupan di Jakarta ikut mendorong laju pertumbuhan urbanisasi.

Cerita sukses para perantau menjadi salah satu faktor penyebab. Perantau di Jakarta yang berniat untuk pulang kampung adalah mayoritas yang sudah sukses sementara yang belum sukses merasa segan dan malu pulang. Kenyataan tersebut membuat penduduk yang tinggal di pedesaan memiliki anggapan bahwa Jakarta adalah tempat yang cocok untuk mendapatkan penghidupan lebih baik. Makanya tidak jarang setelah selesai Lebaran jumlah penduduk Jakarta bertambah karena para perantau membawa sanak-saudaranya turut serta.

Berbicara mengenai jumlah penduduk Jakarta ternyata ada penurunan jumlah dari tahun 2005 dibanding tahun 2006. Data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil pemerintahan DKI Jakarta menunjukkan bahwa tahun 2005 penduduk Jakarta sebanyak 8.540.306 jiwa sementara pada tahun 2006 menurun menjadi 7.512.323. Faktor yang mungkin menjadi penyebabnya adalah:

  • Pesatnya pertumbuhan daerah penyangga kota Jakarta (Bodetabek) menyebabkan para pekerja di Jakarta memilih untuk tinggal di daerah tersebut.
  • Adanya larangan Pemda DKI bagi pendatang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap untuk tinggal di Jakarta.

Selain kedua faktor tersebut, kerasnya kehidupan di Jakarta diduga menjadi penyebab sebagian dari pendatang memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya. Monas

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta

http://www.jakartatradein.com/html_view.aspx?i=1

https://www.kompas.com/kompas-cetak/0506/18/Fokus/1823142.htm

http://www.kependudukancapil.go.id/index.php?stats:open&o=1

Daya Tarik Jakarta

Agustus 24, 2006

Ada pepatah mengatakan Kejamnya ibu tiri tidak sekejam ibukota. Tetapi kenyataannya penduduk kota Jakarta bertambah tiap tahun. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Sekejam apakah ibukota itu? Hari-hari pertama di Jakarta menyeberang jalan begitu menakutkan bagi saya. Tiba-tiba saja kendaraan sudah di dekat kita. Hal tersebut tidak saya jumpai sewaktu tinggal di Bandung ataupun Medan. Begitu juga ketika menaiki angkot atau bus. Belum sempat kedua kaki masuk ke dalam tetapi busnya sudah melaju kencang sehingga kita sering terkaget-kaget jika tidak sigap. Begitu juga ketika turun, penumpang harus sigap meloncat ketika sopir menurunkan kecepatan busnya. Jangan tunggu bus benar-benar berhenti kalau tidak ingin dibawa terus. Pada jam sibuk yaitu pagi jam 6.30 – 7.30 dan sore jam 17.00 – 18.00 adalah suatu keberuntungan jika anda dapat tempat duduk kosong dalam bus. Di dalam bus itu sendiri para penumpang dengan berbagai profesi mulai dari pegawai kantoran hingga pedagang asongan ditambah pengamen dan penjual rokok terlihat berjejal.

Kehidupan di tempat tinggal juga tidak kalah serunya. Kebanyakan pekerja di berasal dari perantauan hampir dari seluruh pelosok nusantara. Dalam satu rumah anda bisa tinggal dengan gadis Padang penjaga counter hp, bapak satu anak asal Bantul yang bekerja sebagai pengawas lapangan perusahaan kontraktor bangunan, gadis Bandung yang bekerja sebagai staf administrasi sebuah kantor, bapak asal Cilegon yang bekerja sebagai staff logistik sebuah dealer alat berat, gadis Bogor yang bekerja sebagai operator sebuah kantor hingga janda beranak dua yang bekerja sebagai kupu-kupu malam.

Di bawah jembatan layang atau taman-taman kota ada banyak gelandangan tergeletak sementara di di depannya menjulang tinggi bangunan-bangunan perkantoran, pusat perbelanjaan, dan apartemen yang dipenuhi oleh orang-orang kerah putih dan wanita-wanita cantik.

Ada satu peraturan tidak tertulis yang menjadi kesepakatan bersama antara masyarakat Jakarta yang terdiri dari berbagai golongan, kelas, suku dan agama sehingga membuat penduduknya tetap bertahan yaitu: Loe Loe Gue Gue. Sikap individualis tetapi tetap menghargai hak-hak orang lain.

Latar Belakang

Agustus 22, 2006

Berawal dari ide sederhana untuk membuat blog bersama, 3 orang dari latar belakang yang berbeda sepakat lebih meramaikan kota Jakarta dengan berbagi informasi tentang kota Jakarta.

Uniknya Kita bertiga berasal dari suku dan daerah yang berbeda… Alex yang asli Medan, Aji keturunan Jawa-Sunda, dan Bowo keturunan Jawa-Jakarta. Yang membuat Kita tertarik menulis tentang Jakarta adalah bahwa Kita sama-sama tinggal dan mencari nafkah di Jakarta :)

Dengan senang hati Kita akan berbagi apa saja tentang Jakarta tercinta ini… selamat menikmati.

Halo,

Perkenalkan saya Alex, pemuda asal Munte, Tanah Karo, Sumatra Utara. Dua tahun terakhir ini saya bekerja di indo.com, perusahaan travel online, di Jakarta.

Meskipun kehidupan di Jakarta keras tapi saya menikmati tinggal disini. Di Jakarta saya sudah pernah berkunjung ke Monas, TMII, Dunia Fantasi Ancol. Tempat mangkal favorit saya adalah terminal Blok M, maklum orang Medan :)

Nantikan cerita petualangan saya berikutnya di kota Jakarta.

Salam,

Perkenalan

Agustus 22, 2006

Halo semua.. perkenalkan nih kite kite yang pengen nulis apa aja tentang Jakarta, dari kejadian, tempat makan, mall, pameran…. pokoknya apa aja d yang ada di Jakarta. Jadi sering-sering dateng kesini buat liat apa yang baru.

Tabik