Ada Apa di Jakarta?

Macetnya Jakarta

Sudah gak heran sama yang satu ini, malah kalo jalanan sepi baru kita harus bingung. Masalah yang sudah ada dari jaman dulu ini tetep belum bisa diselesaikan oleh bapak-bapak kita di pemerintahan pusat dan daerah. Sebegitu susahnyakah mencari solusinya?

Selama ini mereka menyentuh kulit luar dari masalah macet ini, bahkan menurut Gue mereka hanya mengatasi masalah sesaat saja. Mereka sama sekali tidak mengutak-atik akar permasalahan yang jelas-jelas ada di depan mata.

Jakarta sekarang semakin padat, akar permasalahan pertama adalah penduduk yang terlalu padat… iya… kebanyakan orang. Pemerintah orde baru sempat mencanangkan program keluarga berencana (KB) yang menurut Gue sangat efektif untuk menaha laju pertumbuhan penduduk, tapi kok sekarang gak kedengeran lagi ya? Di China penghambatan pertumbuhan penduduk lebih tegas dari program KB, di sana jelas-jelas ada peraturan yang mengatur jumlah anak berdasarkan pendapatan seseorang. Intinya kalo mau punya anak lebih dari satu harus mempunyai pendapatan minimal yang sidah ditentukan oleh pemerintah. At least kalo negaranya maju dan pendapatan perkapitanya tinggi sehingga semua orang punya banyak anak, ya anaknya kelak jadi manusia yang produktif lah… gak jadi gelandangan kayak di sini.

Masalah kedua adalah pemerataan pembangunan. Kalo ini sih dosa besarnya orde baru, yang dibangun kota-kota besar doang… khususnya Jakarta. Gak heran kalo semua orang berbondong-bondong pindah ke jakarta buat mengadu nasib. Gimana gak, wong 60-70% uang di Indonesia muternya di Jakarta doang kok. Kalo di daerah lain ikut dibangun terus dibantu dalam hal investasi akan banyak lapangan kerja, sehingga gak semua orang yang mau nyari kerja harus ke Jakarta…. ya toh?

Masalah ketiga… kendaraan. Macet berarti banyak kendaraan, banyak mobil dan motor di jalan. Ini yang harus dihambat laju pertumbuhannya sementara. Gue asumsikan kelas menengah ke atas punya mobil lebih dari satu, solusinya Pemerintah bisa menaikkan pajak kendaraan bermotor kelas menengah ke atas… yaitu mobil seharga 150 juta keatas. Disamping memperlambat pertumbuhan kendaraan, solusi ini juga bisa sebagai subsidi silang.

Gimana dengan orang yang pas-pasan kayak Gue ini? dari dulu blom bisa punya mobil, dengan kebijakan ini tambah jauh deh harapan bisa nyicil mobil sendiri. Untuk masalah ini, Pemda harus menyediakan sarana transportasi yang aman dan nyaman bagi penduduk Jakarta. Menurut Gue, busway dan monorail bisa jadi langkah awal yang baik, tinggal dilanjutin dengan kendaraan umum lainnya… khususnya bis dan bajaj yang udah butut-butut… hehehe…

Comments on: "Macetnya Jakarta" (7)

  1. solusi:
    -pajak mobil baru dinaikin
    -diberlakukan undang2 masa (umur) layak pakai sebuah kendaraan
    -melarang impor mobil bekas
    -memasyarakatkan penggunaan busway, monorail
    -memasyarakatkan penggunaan sepeda pengganti kendaraan bermotor
    -pemberian sanksi yang tegas dalam setiap pelanggaran rambu-rambu lalu-lintas

  2. bis bis mayasari bakti yang dah keliatan tua nya buang aja tuh ato belah belah… asapnya dah jadi racun dan bikin bolong ozon..mana supirnya ugal-ugalan kl nyetir.. heran aja ampe sekarang masih ada aja tu bis. *esmosi*

  3. emang mendingan angkutan kota tuh dipegang ama Pemda, jadi lebih gampang memanagenya

  4. Salah satu solusinya harus banyak2 berdoa biar jakarta jadi nyaman🙂

  5. Mau komentar soal penghambatan pertumbuhan penduduk di Cina…
    Dulu saya pernah punya teman orang Cina, punya anak dua. Waktu hamil anak kedua, dia harus mengungsi ke desa terpencil karena selalu dikejar-kejar aparat untuk aborsi. Ketika akhirnya anaknya kedua lahir, dia kebingungan gimana mau nyekolahin anaknya. Karena di Cina sendiri kalo mau nyekolahin anak kedua biayanya 10 kali lipat dari anak pertama. Akhirnya dia terpaksa ‘nyebrang’ ke Jepang demi menyelamatkan masa depan anak keduanya ini.
    Aborsi di Indonesia nggak mungkin diterapkan, karena nggak sesuai dengan ajaran agama.

  6. KB…. wuih gak setuju bro, karena banyak anak banyak rezeki huehuehue.. mo kawin nih..😛

  7. Udah biasa denger jakarta macet.
    Udah gak asing lagi ditelinga..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: