Ada Apa di Jakarta?

Lampu Hias Jakarta

Nyambung dikit postingannya Phyxias yang Billboard dkk…
Menurut gue  penerangan pada billboard masih wajar, karena walaupun boros listrik tapi si pemasang iklan juga bayar jadi intinya listriknya ada yang bayarin.

Yang mau gue angkat kali ini adalah lampu-lampu hias di Jakarta, khususnya di jalan-jalan protokol kayak Jl. Sudirman, Thamrin, dll. Kita tau di sepanjang jalan tsb suka ada lampu hias yang tujuannya untuk memperindah kota Jakarta. Nah… yang ada di pikiran gue… perlu gak sih sebenernya lampu-lampu hias tsb? karena dari tujuannya aja udah ketauan kalo itu cuma memperindah… fungsinya gak krusial, bukan kebutuhan primer. Walaupun memakan daya listrik yang kecil tapi kalau di akumulasikan tetep aja makan listrik… yang mana kita tau kita lagi dihimbau untuk menghemat listrik. Minyak bumi adalah sumber daya alam yang pasti akan habis suatu saat nanti dan sampai saat ini blom ada sumber alam lain yang bisa menggantikannya.

Akan lebih baik kalau daya listrik (budget) untuk lampu hias tsb bisa dialihkan ke penerangan yang fungsinya lebih penting… seperti penerangan jalan. Masih banyak jalan-jalan besar yang penerangannya mmprihatinkan… ada yang remang-emang, ada yang mati lampunya, bahkan ada juga yang blom ada penerangannya. Padahal kita tau penerangan jalan sangat penting untuk mencegah terjadinya kriminalitas dan kecelakaan kendaraan.

Lain ceritanya kalau Jakarta atau Indonesia itu adalah negara kaya dan udah tertib serta makmur, menghias atau memperindah kota atau negara jadi hal yang wajar. Ini kan beda… wong kebutuhan dasar aja masih banyak yang susah dipenuhi oleh sebagian besar rakyat kok.

Comments on: "Lampu Hias Jakarta" (4)

  1. yoi, masih banyak tuh jalan jalan yang miskin penerangan. biasalah pemkot jakarta cuma ngebagusin thamrin-sudirman doang.

  2. Di perempatan Carrefour lebak bulus tuh sebenernya juga gelap tuh =D, cuma sentra bisnis aja yaa yang diterangin, pemukiman malah kayaknya ga diperhatiin sama skali

  3. ya bgitulah… spertinya bapak2 di atas sana ngertinya jakarta itu cuma sudirman thamrin kuningan

  4. ada sebuah moto :

    “jakarta kota cahaya”

    gw dukung moto diatas…secara gw juga terlibat didalamnya, sebagai ibukota negara dan untuk dapat bersaing dengan kota-kota besar di dunia sudah saatnya jakarta bersolek dengan pemasangan lampu hias pada berbagai lokasi dijalan-jalan ibukota.

    Pemasangan lampu penerangan jalan harus menyentuh masyarakat jakarta terutama pada jalan-jalan lingkungan/MHT, penghubung. Dengan demikian dapat menciptakan rasa aman,nyaman dan membantu masyarakat beraktifitas pada malam hari.

    Dan mewujudkan “jakarta kota cahaya” perlu peran serta warga jakart aktif.

    sudah saatnya kita bangga dengan kota jakarta
    kota yang kita cintai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: