Ada Apa di Jakarta?

Archive for Januari, 2007

Balada Pengendara Roda Dua

Bapak2, ibu2 yth, Sebelumnya saya mohon maaf bila tulisan berikut kurang berkenan. Kami hanyalah ingin meminta maaf kepada bapak/ibu pengguna roda empat mengenai perilaku kami di jalan raya. Sungguh, kami tidak memiliki maksud untuk ‘mengganggu’ kenyamanan anda. Bila kami terlihat suka nyerobot kekanan atau kekiri, itu hanyalah karena kami merasa kepanasan. Ini tentunya akibat jaket, helm, sarung tangan, masker, yang kami gunakan di siang bolong. Tentunya rasa kepanasan ini tdk anda rasakan, karena dinginnya hembusan AC yang keluar dari kisi kisi dashboard mobil anda. Sedangkan kami hanya mengandalkan kisi kisi ujung jaket, ataupun bagian bawah helm, he he he.

Bila anda melihat kami mendaki trotoar, ataupun mengambil jalur kanan yang berlawanan, itupun bukan karena kami sok jago. Tapi kami hanya mencari alternatif jalur, sebab seluruh badan jalan tertutup oleh MPV ataupun SUV bapak/ibu. Rasanya kami nggak kuat jika harus menunggu dibelakang knalpot anda, yg belum tentu bebas emisi (maaf ya). Belum lagi kami takut di PHK, hanya karena telat masuk kerja. Tentunya khusus hal ini, sebagian dari anda tidak perlu absen kan?, kalo masuk kerja?

Sebab kalo sebagian besar dari kami, harus pak-buu… Minimal dipotong uang transport, hiks!! Belum lagi, kami suka malu bila harus melewati resepsionis nan cantik yang menutup hidung kecil mereka, karena mereka mencium aroma knalpot dan ‘bau matahari’ dari jaket lusuh kami. Walau deodorant 5 ribuan telah kami semprot, tentu tidak sebanding dg parfum mobil anda yg 50 ribuan plus sejuknya AC mobil anda.

Kami sadar kok, kami jg suka keterlaluan. Tapi kami juga gak pernah memprotes roda empat. Kami cukup tau diri kok, dengan pajak yg super murah kami, sehingga kami harus rela mengalah bila berbicara tentang parkir. Kami cukup puas dengan areal 150 x 50 cm sebagai tempat parkir kami. Tentu berbeda dengan areal parkir bapak-ibu. Memang sih,tarif parkirnya aja beda.

Hmmm, kami juga gak pernah protes kok, terhadap roda empat yang telah oleh pemerintah di-anak emaskan. Jalan tol trilyunan rupiah telah dibangun, di atas gusuran tanah dan rumah kami. Kami harus putar otak mencari tempat tinggal bagi anak dan keluarga, hanya demi bapak-ibu bisa cepat sampai tamasya ke ancol ataupun taman safari.

Ngomong2 tentang tamasya. Memang sih, mungkin anda sering melihat kami berboncengan 3 atau 4 dengan putra putri kami pergi ke dufan. Tapi kami gak yakin, apakah anda melihat kami, memijit tangan, kaki dan bahu mereka yang kecil ditempat parkir. Ini karena cara duduk mereka yg sedikit berakrobat di atas motor kami. Tentunya berbeda dengan lucunya putra-putri anda yang asyik bermain game di dalam mobil, atau tidur pulas di jok belakang.

Kami juga gak keki kok, dengan senyum kecil bapak-ibu, bila melihat kami panik saat hujan turun. Dimana kami harus buru-buru, loncat dari motor, buka jok motor, copot sepatu, dan mengenakan jas hujan. Terkadang kami membayangkan, bila kami ada di posisi anda. Mau gerimis kek, mau hujan gede kek, bodo’ amat, cukup putar tuas kecil disamping stir, maka wiper kaca akan bekerja lembut membersihkan air di kaca depan & belakang. Aaaah enaknyaa di mobil.

Kami juga gak protes kok, bila mungkin bapak-ibu yang terbiasa menginstruksikan lembur kepada kami. kami cukup mengerti bila anda tidak pernah membayangkan, betapa dinginnya pulang kerja di malam hari dengan motor. Kami cuma berharap, bahwa petuah orang tua, yang mengatakan, kalo kena angin malam bisa kena paru-paru basah, adalah isapan jempol semata. Amit-amiiiit.

Kami juga gak protes kok, bila jari jemari anda menjentikkan abu rokoknya lewat jendela, sehingga mengenai jaket kami. Ataupun celana kami harus ‘menerima’ sampah, yang anda buang lewat jendela. Mungkin kami dengan jaket hitamnya, tampak seperti tong sampah kali yeee. Hi hi hi

Mohon maaf juga bila, kami harus terlihat melotot di depan anda. Hmm sungguh, itu gak sengaja kok, Sebab selama naik motor, mata kami harus dipicingkan agar tidak kena debu. Naaah begitu berhenti, secara refleks mata kami terbuka lebar, seperti melotot, he he he Maaf ya pak-bu. Peace !!!

Memang siiih, kami sering bikin masalah di jalan raya, tapi setidaknya, kaum kami belum pernah punya kesempatan bikin masalah buat negara ini. (Jadi gak enak nerusinnya)

Memang siiih, rata rata dari kami tidak berpendidikan. Walau beberapa rekan kami masih setia berprofesi pengojek untuk mengantar kaum berpendidikan nan terhormat ke tujuan, bila mereka diburu waktu atau hampir terlambat.

Memang siih, rata-rata dari kami gak memiliki tata krama. Karena kami gak punya cukup uang untuk belajar di tempat kursus kepribadian ataupun pelatihan image development. (SD aja DO ? hiks!).

Tapi setidaknya, kami cukup tau diri kok, untuk tetap menganggukan kepala kepada bapak-ibu duluan plus senyum manis, bila kami bertemu anda di koridor kantor. Ataupun menjauh dari bapak-ibu yang sedang bercengkrama di lobi menunggu lift, karena celana dan sepatu kami tampak kotor terciprat air jalanan akibat sedan mewah anda menyalip kami.

Namun kami cukup terhibur kok, bila kami dapat mendengar sayup sayup lagu kesukaan kami, saat kita bersanding manis di lampu merah. Hilang rasa penat bahu dan pinggang kami, bila dentuman sound system anda membagi lagunya lewat kisi kisi jendela. He he he, pernah gak anda melihat kami juga terkadang mengangguk-anggukan kepala mengikuti lagu anda, walo cuma 10-20 detik. Jadi malu…

Namun kami cukup terhibur kok, dengan sigapnya pak presiden menaiki motor roda dua untuk meresmikan balapan mobil, hiks. Walau kami tau persis, itu hanya gara gara terlalu banyak roda empat yang membuat jalan tol menjadi padat. Sehingga pihak protokoler takut pak Presiden datang telat. Padahal mesin dan knalpot mobil balap dari negara asing, udah gak sabar buat melesat, hanya untuk bisa dibilang sebagai yang tercepat, dan rebutan trophy segede knalpot motor untuk mereka angkat. What an ironic…

Namun, kami cukup terhibur juga kok, dengan iklan di TV. Dimana banyak artis nan ganteng dan cantik, artis senior maupun junior, politikus, budayawan, berebut mengiklankan motor untuk kami. Walau kami tau persis, gak mungkin mereka pergi shooting atau menghadiri gala dinner dengan motor bebek. Sebab kami tau persis, mereka gak pernah direpotkan oleh naik dan turun dari mobil, karena supir nan setia, membukakan pintu belakang bagi mereka.

Yaahhh, kami gak bermaksud membela diri siih. Kami cuma mau sharing aja kok, kepada anda pengendara mobil roda empat, bahwa rasa sebel, muak, benci anda terhadap kami, sudah kami bayar kok dengan kondisi di atas. Tuhan Maha Adil kan?

*sumber: anonymous

Suara Metro 107.8 FM

Rutinitas baru gue kalo lagi di jalan pas pulang kantor adalah dengerin Suara Metro di 107.8 FM. Radio ini bekerja sama dengan Polda Metro Jaya (CMIIW) memberikan informasi jalan di Jakarta.

Setiap sore Mas Seno selalu cuap-cuap untuk menyiarkan informasi jalan yang didapat dari SMS para sobat suara metro dan bapak-bapak polisi. Mas Seno juga selalu memberikan alternatif rute jalan bagi pendengar yang bertanya baik melalui telepon maupun SMS.

Sejak berkantor nun jauh di Utara dan berkendara berpuluh kilometer, informasi jalan sangat berguna banget bagi gue khususnya kalo lagi ada macet akibat kecelakaan dan mobil mogok. Enaknya pula, karena bekerja sama dengan Polda Metro Jaya, kalo lagi macet gila-gilaan kadang-kadang Pak Polisi membuka jalur 3 in 1 untuk umum dan kita bisa mendapat informasinya dari radio ini.

Uniknya selain tau dan hafal hampir seluruh jalan di Jakarta, Mas Seno juga bisa ngasih info tempat jajanan di Jakarta… hobi makan kayaknya dia… hehehe…

Sebuah Sudut di Terminal 1

Waiting For You Pada masa ini orang sudah dapat dengan mudah dan murah menikmati perjalan mereka dari satu kota ke kota lain dengan menggunakan pesawat terbang. Ini semua Berkat adanya layanan Low Cost Carrier(LCC) yang disediakan oleh beberapa maskapai penerbangan swasta. Namun pesawat-pesawat ini suka datang terlambat dan penjemput harus meng habiskan waktu lebih lama di Airport terminal 1 ini. Kali ini saya akan membahas suatu sudut di terminal 1 yang bisa anda datangi sambil menunggu kedatangan kerabat anda.

Bagi anda yang pernah mengenal airpot Halim Jakarta pastinya juga mengenal fasilitas berupa anjungan untuk melambaikan tangan pada kerabat yang akan bepergian. Fasilitas tersebut juga ada di terminal 1 Cengkareng. Tempat ini kurang populer di terminal 1 karena orang ternyata tidak banyak yang mengetahui keberadaannya. Padahal tempat ini bisa memberikan pemandangan yang bagus sekali seperti pesawat yang akan terbang, mendarat, sedang di parkir dan juga pemandangan alam yang menakjubkan.

Pemandangan alam yang sangat menarik ini dapat dilihat pada saat matahari terbenam. Sisi yang terbuka disebelah runway pesawat menyajikan warna-warni alam yang bagaikan lukisan. Pada saat-saat ini pesawat terlihat sebagai siluet yang melintasi sebuah kanvas alam dari langit yang kemerahan memberikan pemandangan yang menakjubkan. Bagi anda yang punya hobi foto mungkin akan tertarik dengan keindahan alam yang dipadu dengan deru teknologi yang dapat membawa manusia terbang dari satu tempat ketempat lainnya.

Jadi jika anda sedang menjemput kerabat anda yang datang melalui terminal satu jangan habiskan waktu anda di restaurant tapi nikmati keindahan alam yang terjadi di terminal 1 ini. Tempat ini juga dapat dijadikan sarana edukasi buat putra-putri anda mengenai pesawat dan terminalnya

Kemang Food Festival

Yah lagi lagi tulisan tentang jajanan Jakarta, hehehe abis gemana ya, saya ini hobinya makan jadi sering merhatiin tempat makan 😉

Kali ini gw akan memberitahu lokasi tempat makan (yang gw yakin dah banyak yang tahu, tapi bagi yang belum tahu kan bagus) di daerah Jakarta Selatan, yaitu Kemang Food Festifal atau yang biasa kita suka sebut KFF.

Kemang Food Festival

Ini tempat enak loh buat hangout ama temen-temen. Apalagi KFF ini konsepnya outdoor jadi kalian bisa menikmati udara Jakarta (Selatan) sambil menikmati makanan. Biarpun KFF ini outdoor tapi dibeberapa titik ada juga yang beratap sih, jadinya bagi yang lagi kebelet pengen ke KFF tapi lagi ujan yaaa silakan aja kesitu, sukur sukur dapet tempat duduk dibawah atep :D. Biasanya rame kalo dah malam hari.

KFF ini bukan satu resto, tapi merupakan satu areal tempat makan yang luas dan ada beberapa booth makan. Apa aja yang ditawarkan resto-resto dalam KFF? Ada roti bakar, aneka mie, aneka nasi-nasian, dim sum, makanan Jepang, burger, hot dog, dan lain lain. yah pokoknya cukup lengkap lah variasi dari makanannya, jadi cocok kan kalo bawa temen-temen kesini.

Soal harga ya standard harga resto, emang sih agak-agak mahal tapi kan ga tiap hari ini makan keluar 😀 ato kalo keberatan keluar duit buat makan ya minum aja disana ;).

Susahnya tempat ini cuma satu, susah cari tempat parkir kalo dah rame. Tapi kalo dah males nyari bisa juga sih pake jasa valet parking  tapi kalian harus merogoh kocek agak mendalam untuk ini, Rp 15.000 !!! ;).

Tertarik? Kunjungi aja KFF di Kemang, inget… enakan rame-rame kalo kesini !!

Jalan Thamrin – Sudirman

Kalo yang suka lewat jalan Thamrin Sudirman pasti dah pada tau kalau ada perubahan di badan jalannya. Yap Sudirman-Thamrin telah mengalami pelebaran jalan. Pelebaran jalur ini dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi di jalan ini (?!?), standard sekali memecahkan masalah kemacetan. jalur ini macet, lebarin jalannya. jalur itu macet, lebarin lagi. tapi yah gitu macetnya tetep ada.

Di jalan Sudirman sih jalur hijaunya diambil sedikit sehingga jalur cepat sekarang muat 3 jalur. Tapiii kalau di jalan Thamrin jalur hijau pembatas antara jalur cepat dengan lambat yang ada pohonnya dah di sikat. payah dah.

Ayam Malaya

Bagi yang suka jajan malem-malem di daerah Jakarta Pusat mungkin tempat jajan ini bisa menjadi tempat jajan alternatif. Kalo kalian suka tempat makan terbuka yang murah meriah tempat ini kayaknya cocok banget. Lokasi berada di Jalan Yusuf Adiwinata, Menteng. Gue ga tau orang orang nyebut tempat ini tapi gw suka nyebutnya Ayam Malaya :D.

Lokasi Ayam Malaya

Tempat ini beroperasi mulai jam 6 keatas.

Disini ga jual ayam malaya doang tapi macem-macem jenis makanannya, dari nasi goreng, bihun, mie, roti bakar, dan sebagainya. Enak-enak loh makanan disini dan harganya juga terjangkau, ya standardnya kalo jajan di Menteng lah. Paling enak makan disini kalo udara sedang cerah, apalagi kalo bulan lagi bulat-bulatnya ;).

Gemana kalo lagi ujan? Lupakan tempat ini, ga mau kan makan sambil basah-basahan ;p.

Peringatan dikit kalo lagi weekend ni tempat suka penuh banget. Jadiiii cobain deh makan malam di tempat ini, dah murah enak pula. Met nyoba.

Restaurant Miranda d/h Tan Goei

Tan Goei

Restarurant Miranda yang terletak di pojokan antara jalan Besuki dan jalan HOS Cokroaminoto menteng ini berdiri dengan nama Tan Goei dan merupakan salah satu restaurant tertua di Jakarta.

Restaurant ini mempunyai keunikan sendiri dalam hal makanan yaitu makanan yang disajikan dibuat dengan ciri khas Belanda. Steak yang diolah dan di sajikan dengan ukuran daging yang lebih dari 200 gram serta mushroom gravy lezat disertai bawang bombay yang digoreng di sajikan diatas steak-nya menjadikan keunggulannya. Keunikan lainnya adalah steak lidah yang dapat membuat lidah anda benar-benar bergoyang. Bagi anda yang tidak masalah makan lidah ini merupakan salah satu pilihan yang menarik.

Keunikan lainnya dari interior pada ruang ber AC yaitu masih mempunyai nuansa Belanda dengan meja yang ditata sedimikian rupa. Saya sempat mengabadikan salah satu sudut-nya (lihat gambar)

Kalo soal harga tempat ini bisa bersaing dengan yang lainnya. Harga untuk Steak berkisar dari Rp. 30.000 hingga Rp. 60.000.

Jadi jika anda menyukai steak ala belanda ini merupakan salah satu tujuan anda …. 🙂

Awan Tag