Ada Apa di Jakarta?

Archive for the ‘Keluhan’ Category

Jakarta dan Masalah Abadinya

Setiap hari Jakarta macet, khususnya jam berangkat dan pulang kantor. Ditambah lagi hujan yang hampir tiap hari.. makin macet lah jalanan Jakarta.

Banyak banget yang komplen tentang kemacetan Jakarta (salah satunya gue), padahal ya udah dialami tiap hari. Salah siapakah?

Yang tiap hari pulang-pergi naek mobil gak mau ganti naek angkutan umum sebagai alternatif karena ketidaknyamanannya, blom lagi masalah keamanan.

Yang punya angkutan umum juga gak peduli dengan kenyamanan dan keamanan penumpangnya, nyupirnya ugal-ugalan, kendaraannya jorok, tetep ngangkut penumpang walaupun sudah penuh.

Pemerintahnya seperti gak mau tau, cuma berharap pada kesadaran masyarakatnya, baik pemilik angkutan umum maupun pemilik kendaraan pribadi. Mereka berpikir sudah menyediakan fasilitas umum dan regulasi yang jelas, itu yang harus dijalankan dan ditaati… titik.

Pihak keamanan (baca: polisi) juga sama aja, banyakan oknumnya. Banyakan yang cari untung sendiri dibandingkan dengan yang beneran menjaga kemanan dan melindungi masyarakat. Akibatnya ’tilang bawah tangan’ merajalela, apalagi pungli.

Semua seperti lingkaran setan, semua mengandalkan pihak lain untuk melakukan perubahan. Jadi keadaannya akan seperti sekarang terus, jangan berharap ada perubahan… terima aja… hiks.

Iklan

Jalan Berlubang

Yup… sekarang dimana-mana jalanannya banyak lubangnya, mending cuma lubang kecil.. lha ini lubangnya dah kayak kawah gitu… parah banget… bahaya untuk motor dan mobil sedan. Blom lagi imbasnya… jalanan jadi macet, kendaraan pada jalan pelan-pelan, jalanan bagus aja Jakarta dah macet gila-gilaan.. ditambah lagi jalannnya bobrok gak karuan… lama pula penangannnya.

Ini semua gara-gara air hujan yang jatuh ke jalanan gak mengalir ke tempat yang seharusnya, yaitu selokan atau menyerap ke daerah resapan… tapi menggenang. Inget ya.. jangan salahin ujannya, ujan adalah anugerah dari Allah SWT. Kalo Pemda nya gak asal bikin jalanan dan memperhatikan drainase, gak akan ada itu genangan air. Kalo Pemda nya punya desain tata kota yang bener, pasti akan ada daerah resapan. Kalo DPRD nya gak gampang diajak kongkalikong ama penjahat, gak akan ada itu proyek-proyek yang gak ikutin aturan, gak akan ada kebijakan-kebijakan Pemda yang gak berpihak sama rakyat.

Jadi Pak Gubernur, kapan jalanan Jakarta bisa bagus lagi? jangan cuma ditambel doang yak ;P

Fenomena Aneh di Jakarta

Hari Rabu kemarin jam pulang kantor jalanan Jakarta parah banget, khususnya Jakarta Selatan. Gak tau kenapa malem itu semua jalanan menuju arah JakSel macet total. Ngalamin macet yang gak biasa ini, gue langsung sigap mindahin chanel radio ke Suara Metro… tapi ternyata radionya diam seribu bahasa, Suara Metro gak siaran ato ngalamin gangguan teknis ato kenapa gue gak tau. Akhirnya gue cuma dapet info jalanan dari JakFM, yang mana cuma laporan kemacetan dimana-mana tanpa ada yang ngasih info penyebabnya… emang gak ada yang tau kali yeeee.

Jadilah perjalanan gue dari Ancol ke Tanah Kusir memakan waktu 2.5 jam. Biasanya 1.5 jam dah nyampe kalo jam pulang kantor.

Oh Jakarta…

Billboard, Spanduk, Poster

Selain warung padang, ATM, dan tukang jajakan kaki lima apa lagi yang banyak di Jakarta?

Billboard, Spanduk, Poster, dan media iklan lainnya.

Giling, ni media iklan dah makin ngejamur aja di Jakarta. Ada lahan dikit di jalan protokol langsung dibikin tempat iklan. Yang bikin sebel tuh spanduk dan poster. Orang-orang yang masang ga bisa liat ruang rapih apa ya, dimana aja yang bisa ditempelin spanduk atau poster langsung disikat.

Poster masang semena mena, ditiang listrik, halte, pohon, sampai pot jadi korban tempat penempelan poster iklan. Ga enak banget ngeliatnya.

Spanduk apa lagi, ada tiang listrik atau lampu atau pohon berdekatan yang nganggur langsung dipasangin spanduk. mending satu spanduk, yang masang ampe bejibun, tumpuk-tumpukan di satu tempat.

Billboard? Ini lebih parah, karena menjamurnya Billboard di Jakarta mengakibatkan konsumsi listrik yang berlebihan. Apa lagi Billboard makin gede jadi lampu yang digunakan lebih banyak. Katanya kita suruh menghemat listrik tp koq listrik untuk keperluan penerangan billboard ga bisa dikontrol. Ada ga sih peraturan yang mengatur jumlah billboard di Jakarta.

Semoga instansi yang terkait sadar akan hal ini.

Polusi Udara Makin Parah

Karena akhir-akhir ini makin sering naek ojek, Gue baru ngeh kalo polusi udara di Jakarta makin parah… sampe-sampe Gue harus beli masker untuk kalo lagi naek ojek… hehehee…

Seharusnya pemerintah lebih serius menanggapi masalah ini karena menyangkut kelangsungan hidup generasi yang akan datang, bukannya macet mulu (yang gak akan selese masalahnya hanya dengan ngelebarin jalan doang) yang diurusin. Selain masalah kesehatan, polusi udara juga membuat kenyamanan masyarakat terganggu… gimana mau enjoy Jakarta kalo gini? 😉

Kontribusi paling besar kayaknya adalah asap kendaraan bermotor. Sebenernya sudah ada himbauan untuk melakukan uji emisi, tapi ya itu dia hanya sebatas himbauan… gak ada hukumnya, jadi percuma lah. Seharusnya uji emisi diwajibkan untuk semua kendaraan bermotor, baik itu kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Kenyataannya yang kita lihat di jalan, masih banyak asep ngebul dari knalpot-knalpot… khususnya knalpot bis, bajaj, dan motor

Sebenernya Gue setuju banget dengan ide ditiadakannya bajaj di wilayah DKI Jakarta dan diganti dengan kancil, tapi Pemda kurang serius dan ogah rugi jadi gagal lah ide tersebut untuk terwujud. Mbok ya pemilik-pemilik bajaj dikasih subsidi biar pada mampu beli kancil gitu lho.

Jadi kurangilah ngurusin masalah macet, mending ngurusin lingkungan khususnya polusi udara. Paling gak, semacet-macetnya Jakarta tapi kan gak bikin sesek napas.

Lampu Merah di Perempatan PI Mall

Menurut Gue lampu merah di perempatan PI Mall sangat bermasalah. Hampir semua kendaraan dari arah Metro Pondok Indah menuju arah Margaguna/Radio Dalam (belok kanan) menerobos lampu merah, padahal jelas-jelas yang ijo itu cuma untuk yang lurus ke arah Arteri, tapi yang belok kanan ikut-ikutan jalan.

Akibatnya kendaraan dari arah Arteri yang lurus menuju Metro Pondok Indah bingung karena lampu lalu lintas berwarna hijau tapi kendaraan dari arah Metro Pondok Indah yang harusnya masih lampu merah tetap jalan… bahkan gak sedikit yang ngebut. Akhirnya banyak kendaraan yang berhenti di tengah jalan.

Beberapa kali hampir terjadi kecelakaan karena kendaraan dari kedua arah tsb sama-sama jalan. Seperti beberapa hari yang lalu Gue liat ada motor yang nyelonong dan hampir ketabrak mobil pick-up. Kondisi waktu itu si motor yang salah, untung tuh pengendara motor masih disayang Tuhan, kalo gak sudah di alam baka tuh orang.

Masalah ini timbul karena sejak ada underpass, kendaraan dari arah Arteri menuju Metro Pondok Indah sangat jarang, karena banyakan yang lewat underpass tersebut. Tapi peraturan tetap peraturan, mau sepi kek rame kek macet kek kalo lampu merah ya berhenti harusnya… namun apa daya mentalnya masih pada kayak supir angkot semua.

Sebenarnya ada solusinya, lampu lalu lintas dari arah Arteri seharusnya menunjukkan warna yang sama antara yang lurus (ke arah Metro Pondok Indah) dan yang belok kanan (ke arah Kartika Utama). Begitu juga yang dari arah Metro Pondok Indah, lampu lalu lintasnya harus sama antara yang lurus ( ke arah Arteri) dan yang belok kanan (ke arah Margaguna/Radio Dalam).

Harusnya pengaturan lampu lalu lintas dibawah tanggung jawab siapa ya? Polda kah? Pemda kah? Dephub kah? Padahal polisi sering lho nongkrong di perempatan tersebut, mereka pura-pura gak tau atau gak peduli atau emang bodoh ya? tanyaken… napaaa…???

Penyempitan Jalan di Perempatan Velbak

Lagi-lagi jalanan di Jakarta diobrak-abrik. Di perempatan Velbak (terusan arteri Pondok Indah) sekarang makin parah, setengah dari jalanan ditutup, gak tau mau dibikin apalagi tuh… underpass kali yak. Tau ah… pokoknya bikin macet yang super parah… kampretttt.

Biasanya Gue 45 menit itu sudah sampe Ancol… berangkat dari Pondok Pinang. Sekarang berangkat dari pondok pinang… 1 jam baru nyampe perempatan biadab itu… bangsat tuh, tanggung jawab siapa yak ini? Gue pengen banget komplen… ngepet!!!

Awan Tag